Sunday, January 12, 2014

Korelasi Hujan dan Galau

Hari ini hujan seharian mengguyur ibukota tercinta, Jakarta.
Hal ini otomatis menghambat beberapa aktivitas yang saya punya.
Jadilah hari ini saya menunda beberapa aktivitas yang harusnya saya lakukan diluar rumah.
There's no i can do selain bobok-bobok cantik, bolak-balik chanel televisi dan ngutak-ngatik social media yang saya punya.

DOR! and there's i got a big question!
Sibuk men-scroll timeline twitter dan disitu pula saya mendapatkan sebagian besar tweet yang muncul adalah tweet tentang hujan yang berujung pada ditemukannya kata galau.

Jujur saya masih belum bisa menangkap apa korelasi hujan dan galau.
Karena untuk saya pribadi, hal yang pertama saya ingat ketika hujan turun adalah bau khas indomie telur dengan cabe dan sawi super banyak yang bisa menjadi surga tersendiri.

So, Kenapa segitu banyaknya kata galau yang muncul pada saat hujan turun?
Mungkin kah cuaca yang sejuk? Cahaya yang sendu namun menenangkan? Atau bahkan karena bunyi suara rintik hujan itu sendiri?

Well, Apapun itu setiap orang bebas memaknai suatu moment. Termasuk saat hujan turun.


Send you much loves when rain's falling,
nenii soehartono