Sunday, January 19, 2014

Lelaki Bijaksana

Sudah lepas tiga tahun
Tapi rasanya masih segar dalam ingatan
Bahkan kadang saya masih suka tertawa jika tak sengaja teringat
Saya menyerah dipertengahan 2012
Oleh kamu, lelaki bijaksana

Katanya cinta tak mengenal usia
Katanya cinta tak memandang siapa
Ah entahlah
Mungkin cuma katanya

Tuhan, boleh saya bertanya?
Jika kami tak menyatu berirama dalam nada takdir, mengapa garis mempertemukan kami dalam suatu titik kehidupan?
Jika kami bukanlah dua insan yang merupakan jingga dan merah, mengapa biru mencoba mempertemukan kami?

Saya berusaha meyakini hujan bukanlah air dan sendu
Saya bernyanyi, mencoba menggenapi not-not yang hilang dalam sebuah partitur yang termakan usia
Kuning memakan putih menyajikan sendu
Dari balik lembar kertas kehidupan kamu mengintip
Membisikan kata melalui angin
"Saya dan kamu tak kan pernah satu"